Rabu, 28 Januari 2009

Golput Harrrraaam????

Meyikapi fatwa MUI mengenai Golput Haram rasanya terlalu berlebihan, apa dasarnya sampai Golput di fatwa haram (atau memang agak dipaksakan), ini bisa berarti fungsi MUI sudah bergeser dan sudah memasuki wilayah politik praktis. 

tidak bisa kita pungkiri bahwa beberapa tahun kebelakang dan sampai saat ini banyak yang kita sebut sebagai ulama, ustadz, Kh ikut terjun langsung kedalam politik praktis, apakah ini yang menjadi dasar MUI kalau Golput itu haram agar para ulama, ustadz, Kh bisa memperoleh pemilih lebih banyak. 

Tanpa harus di fatwa haram dan tanpa harus ketakutan semestinya para elit politik dan orang-orang yang ikut politik praktis instrospeksi diri masing-masing, kalau saja para pejabat pemerintah amanah rasanya masyarakat akan berduyun duyun untuk ikut memilih calon wakilnya, pemimpinnya, tapi kenyataannya apa? apakah mereka (politikus) merasa sudah sangat amanah terhadap rakyat yang diwakili dan dipimpinnya rasanya tidak, kita bisa melihat semakin sulitnya untuk bertahan hidup, mahalnya pedidikan, minimnya lapangan pekerjaan, gungulnya hutan-hutan, korupsi dari level teratas sampai kepada level terbawah. 

Mau Masyarakat pilih Biru, Merah atau putih sekalipun bukankah semua itu pilihan?

Selasa, 20 Januari 2009

Rabbi Yahudi Yang Gila...!


Bagaimana Bisa Para Pemimpin dan kaum muslimin Berdiam diri sementara Laknatulloh Zions Israel secara keyakinan mereka melegalkan melakukan pembataian yang biadab, berikut copy paste dari arrahmah 

Rabbi Mordachi (Penjelamaan Iblis Berbentuk Manusia): Membunuh 1 Juta Orang Palestina Sah!


Oleh Hanin Mazaya pada Senin 19 Januari 2009, 11:32 AM


ARAB SAUDI (Arrahmah.com) - Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh koran Saudi Al-Watan yang disiarkan, Sabtu (17/1), seorang Rabbi Yahudi-Zionis telah mengeluarkan maklumat yang mengizinkan membunuh perempuan dan anak-anak Palestina.


Dan, menurut Rabbi itu, setiap orang Yahudi akan membebaskan mereka dari setiap tuduhan atas tindakan yang mengerikan itu bagi mereka yang sudah melakakukan kejahatan pembantaian terhadap orang Palestina.

Menurut koran Al-Watan, bahwa Rabbi itu menegaskan pandangannya, bahwa pembantaian Israel di Jalur Gaza jatuh sudah sesuai dengan ajaran agama Yahudi yang menganggap pembantaian seperti itu sebagai: " Bentuk hukuman kepada musuh".

Dalam kesempatan itu, pemimpin Rabbi Yahudi menyatakan bahwa tak akan ada masalah sama sekali dalam hal pembantaian terhadap orang Palestina , dan bahkan jika satu juta atau lebih dari mereka tewas di tangan pasukan pendudukan Israel, itupun tidak ada masalah, ujar Rabbi itu.

Rabbi, Mordachi Elyaho, yang mengutip ayat dalam Kitab Talmud, yang merupakan pedoman dari agama yang sekarang populer di kalangan Yahudi-Zionist, dan Rabbi Mordachi telah mengirimkan pula surat kepada Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, yang menjadi selebaran mingguan, yang berisi artikel yang memungkinkan orang-orang Yahudi, melaksanakan gagasan besar , tentang hukuman terhadap musuh sesuai dengan etika perang dalam Taurat.

"Pandangan Rabbi Mordachi telah diterapkan terhadap penduduk Gaza, dan orang Palestina yang tinggal di Gaza harus menanggung akibatnya, dan mereka semua harus memikukl tanggung jawab, karena mereka tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan serangan roket yang dilakukan Brigade al-Qassam" kata Elyaho, dalam suratnya ke Olmert. Rabbi Yahudi, Mordachi meminta pemerintah Israel, terutama Olmert melanjutkan agresi militer ke Gaza. Karena menurut Mordachi, semua tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Perdana Menteri Olmert, yang bertujuan untuk : "Menghancurkan orang-orang Palestina yang sudah bersalah, merupakan tindakan yang sah”.

Yesrael Rozin, seorang panganut Talmud yang fanatik, seperti dikutip juga mengatakan bahwa hukum Taurat menetapkan pembunuhan laki-laki, anak-anak, perempuan, tua, bayi, dan hewan [dari musuh], tambahnya.

Mengutip bagian dari Kitab Talmud, Rabbi Sholomon Elyaho menyatakan : "Jika kita membunuh 100 orang Palestina, tetapi orang Palestina itu tetap menolak untuk menghentikan serangan roketnya, kita harus membunuh orang Palestina 1000, dan jika kita membunuh orang Palestina 1000, tetapi orang Palestina tidak menghentikan serangan roketnya ke Israel, maka kita harus membunuh 10.000 orang Palestina, dan kami harus terus membunuh orang Palestina, meskipun jumlah orang Palelstina yang dibunuh sudah mencapai satu juta, dan waktu harus dihabiskan membunuh orang-orang Palestina," tegas Rabbi Sholomon

Dalam Mazmur mengatakan: " Aku harus terus membunuh musuh dan menangkap mereka, dan aku tidak akan berhenti sampai mereka benar-benar habis," menurut Talmud. Jadi, orang-orang Zionis-Israel, tidak akan pernah berhenti membunuhi orang-orang Palestina. Mereka akan terus membunuh dan membunuh, sampai orang Palestina habis. Ini sudah menjadi keyakinan mereka. Keyakinan yang biadab! (Hanin Mazaya/eramuslim)

Jumat, 16 Januari 2009

Setelah Dibunuh, Tubuh Mereka Dimakan Anjing




Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 15 Januari 2009, 11:02 AM


Sungguh biadab yang dilakukan tentara zionis Israel, laknatullah, setelah mereka membunuh orang-orang yang tidak berdosa, mereka melemparkan tubuh-tubuh tersebut ke arah anjing-anjing yang tengah kelaparan.


 

"Ya Allah, aku tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini," jerit Kayed Abu Aukal. Dokter tersebut tak percaya dan tak tahu lagi kata-kata apa yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan kekejian Israel. Dia tak percaya, dirinya sendiri telah melihat sisa Jenazah balita Shahd. Tubuh anak kecil perempuan yang berumur 4 tahun itu terkoyak-koyak dimakan anjing-anjing Israel.

Shahd tewas dan telah menjadi syuhada cilik ketika peluru kendali Israel ditembakkan ke belakang rumahnya di Kamp Pengungsian Jabaliya sebelah Utara Jalur Gaza. Saat itu, gadis cilik yang lucu tersebut tengah bermain.

Orangtua Shahd mencoba menyelamatkan putri kesayangannya yang telah bersimbah darah itu. Ketika ia mencoba mengambil jasad Shahd, pasukan teroris Israel menghujaninya dengan tembakan dari kejauhan.

Selama lima hari berkutnya jasad gadis balita itu telah terkoyak-koyak dirobek anjing yang dilepaskan oleh tentara Israel. "Anjing-anjing itu tidak menyisakan satu bagian pun dari tubuh anak kecil itu," kata Abu Aukal. 

“Kami telah melihat pemandangan yang menyayat hati selama 18 hari ini. Kami telah mengambil jasad anak-anak yang tubuhnya robek atau terbakar, tetapi belum pernah kami melihat hal seperti ini,” katanya lagi.

Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd. Keduanya pun dihujani peluru Israel sebelum keduanya dapat mencapai tubuh Shahd. Matar dan Muhammad pun menjadi syuhada, menambah daftar warga palestina yang syahid yang hingga hari ini telah mencapai 1.001 orang syahid sejak pembantaian 27 Desember lalu.

Sengaja

Omran Zayda, seorang tetangga Shahd, mengatakan, orang Israel mengetahui apa yang mereka lakukan itu. “Mereka memburu keluarga Shahd dan mencegahnya untuk sampai ke tubuh Shahd, dan mereka tahu bahwa anjing-anjing itu akan memakannya,” kata Zayda.

“Mereka tidak hanya membunuh anak-anak kami, mereka sengaja melakukannya dengan cara yang paling kejam dan biadab,” Zayda mengungkapkan perasaannya, bahkan kamera, tidak dapat menggambarkan pemandangan yang mengerikan itu.

"Kalian tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan oleh anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd yang tak berdosa itu,” katanya sambil terisak dan mencucurkan air matanya.

Sejumlah warga palestina mengungkapkan, apa yang menimpa Shahd bukanlah yang pertama. Banyak warga mereka mengalami hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, saat keluarga Abd Rabbu sedang memakamkan tiga anggota keluarganya yang telah syahid, pasukan biadab Israel menembaki mereka, kata saksi mata.

Orang-orang pun berlarian mencari perlindungan dari tembakan brutal itu. Tentara-tentara Israel kemudian melepaskan anjing-anjingnya ke arah jenazah anggota keluarga Abdu Rabbu yang belum sempat dimakamkan itu. “Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan,” kata Saad Abd Rabu, pamanya.

“Anak-anak kami tewas di depan mata kami dan kami dicegah untuk memakamkannya. Orang-orang Israel hanya melepaskan anjing-anjing mereka ke arah jenazah itu, bahkan seakan-akan mereka tidak cukup dengan kekejaman yang telah mereka lakukan itu,” jeritnya.

Biadab

Benar-benar biadab apa yang telah dilakukan oleh teroris Israel itu. Bahkan kekejian di atas benar-benar biadab. Hingga hari ini para penguasa negeri-negeri Muslim masih diam bahkan bersekongkol dengan membiarkan pembantaan terus terjadi.

Media dunia yang dikuasai Israel, menggiring opini seolah-olah tindakan Israel itu wajar. Padahal, lihatlah betap kekejaman mereka lebih dari serangan teroris yang tak beradab. Bohong, jika teroris Israel itu hanya memburu Hamas. Yang terjadi adalah tindakan brutal dan biadab terhadap warga sipil yang kebanyakan mereka anak-anak kecil dan perempuan. Tak puas hanya membunuh warga Gaza, teroris Israel itu juga melepaskan anjing-anjingnya untuk memakan jenazah syuhada Gaza. Biadab!

Sampai kapan kebiadaban Israel ini terhenti? Lalu di manakah para pelindung anak-anak Palestina? Dimanakah tentara-tentara Muslim yang akan menyelamatkan anak-anak Gaza itu? Di manakah tentara-tetara negeri Islam yang akan menyelamatkan ayah dan ibu mereka? Di manakah Amir umat ini?

Sungguh hanya orang yang biadab saja, yang membiarkan Israel membantai Gaza. Lalu mereka menyibukkan diri dengan perundingan sementara mereka memiliki pasukan dan perlengkapan perang. Mereka enggan untuk menyelamatkan Gaza dengan mengerahkan pasukan yang akan menghancurkan penjajah Israel itu! Nasionalisme dan cengkraman PBB telah membuat mereka diam. (Hanin Mazaya/syabab/arrahmah.com)

Kamis, 15 Januari 2009

Ber-Khusnuzdhon

Aku jadi tergelitik untuk ikut berkomentar atas langkah yang dilakukan Panwaslu terhadap PKS yang mengadakan Demo anti Israel yang saat ini presiden PKS Tifatul Sembiring dinobatkan sebagai tersangka. Perlu diketahui aku bukan praktisi partai manapun karena sampai saat ini aku masih belum bisa percaya dengan yang namanya partai politik.Khusus kasus ini aku jadi tergelitik karena dengan dalih mencuri start kampanye Panwaslu memberi gelar tersangka kepada Tifatul sebagai Presiden PKS, sensitif atas pola laku partai untuk anggota Panwaslu okelah sah-sah aja..apalagi menjelang pemilu tapi sensitif untuk yang satu ini rasanya kurang tepat, kenapa kurang tepat apa Panwaslu tidak melihat bahwa partai-partai lain pun juga berlomba-lomba melakukan yang namanya mencuri start kampanye. Baik yang terang-terangan maupun yang ngumpet-ngumpet coba perhatikan berita-berita di media massa baik elektronik maupun media cetak kan juga ada saja pentolan-pentolan partai tertentu mengadakan suatu acara atau kunjugan-kunjungan ke suatu tempat atau daerah yang jelas-jelas untuk menarik simpatik masyarakat aku rasa hal ini sudah menjadi rahasia umum.

Seandainya semua partai politik khususnya yang berazaskan Islam memiliki sensitifitas yang tinggi seperti PKS dalam hal perdamaian global boleh jadi secara bersama-sama dan serentak menolak penjajahan dan pembantaian yang dilakukan di Gaza oleh Laknatulloh Israel itu turun berdemo kejalan dengan mengerahkan massa nah apabila hal ini terjadi apakah Panwaslu akan melakakukan hal yang sama yakni menobatkan petinggi-petinggi partai yang ikut menjadi tersangka dalam hal mencuri start kampanye??? barang kali hanya kebetulan saja dari orang-ornag PKS yang lebih dulu menyadari bahwa saudaranya di Gaza butuh support minimal secara mental spritual dalam mempertahankan tanah airnya dan bersabar dari kebiadaban Laknatulloh Israel atau memang kehebatan petinggi-peatinggi PKS untuk memberikan kesadaran Ukhuwah Islamiyah global kepada Kader-kadernya yang kemudian melakukan aksi demo yang dibilang cukup besar, aku rasa ini masalah Ukhuwah Islamiyah yang memang kita orang Indonesia yang katanya mayoritas muslim harus memiliki rasa Ukhuwah Islamiyah yang kuat betapa tidak sebagai seorang muslim yang menyaksikan saudaranya dibantai secara biadab yang kemudian hanya berdiam diri saja menyaksikannya aku rasa selemah lemahnya iman dan barang kali kebetulan juga PKS sebagai wadah saja bagi pribadi-pribadi muslim untuk menumpahkan perasaan dan rasa solidaritasnya kepada saudaranya Di Gaza rasanya tidak salah kalau hal ini dilakukan.

Pemilu memang sudah dekat tapi bukan lantas segala hal harus dikaitkan dengan politik contoh lain misalnya presiden SBY yang menurunkan harga BBM banyak kalangan menilai hanya mencari simpatik politik...janganlah sedikit-sedikit berburuk sangka apa ini yang disebut warga negara melek politik rasanya tidak juga bisa-bisa malah kebablasan politk karena apa yang dilakukan baik oleh pejabat ataupun petinggi-petinggi partai selalu dikaitkan dengan politik mungkin perlu juga kita memberikan kesempatan bagi pejabat-pejabat atau petinggi-petinggi partai untuk benar-benar bisa mengapresiasikan diri mereka masing-masing tanpa diembel-embeli kepentingan politik tertentu.

Marilah kita coba menilai segala sesuatu dengan ber-khusnuzdhon dan proporsional tentunnya. Mari kita bangun politik bangsa ini yang bersih dengan tidak saling curiga. Bukankah kita berpolitik demi membangun bangsa dan mencapai kesejahteraan bersama, kalau masih saling curiga dan saling jegal jangan-jangan bukan kesejahteraan bersama yang kita peroleh tapi kesengsaraan bersama.

Rabu, 14 Januari 2009

Dimanakah Kalian Wahai Pemimpin Islam

Sudah tiga hari ini aku tak lagi mengikuti perkembangan berita tentang saudara-saudara di Gaza, bukan karena aku acuh cuek apalagi tak peduli tapi karena aku tak kuasa lagi menyaksikan darah-darah syuhada tumpah di sana, darah anak-anak tak berdosa, ibu-ibu dan para orang tua. Kadang tak kuasa aku menahan air mata menyaksikan kebiadaban laknatulloh Zionis Israel dan yang lebih pedih lagi adalah aku menyaksikan para pemimipin dunia Islam yang tinggal diam tak bergeming jangankan mengerahkan pasukan atau meluncurkan roketnya untuk membantu para mujahid berucap membela saja tidak keluar dari mulut-mulut rakus para penguasa itu. Hai para pemimpin Islam dimana keimananmu? sudah lupakah enkau dengan sabda nabimu bahwa Islam adalah ibarat satu tubuh satu di sakiti maka sakitlah seluruh tubuh ataukah kalian memang sengaja menunggu murka Allah Swt turun dihadapanmu hai pemimpin-pemimpin Islam. 

Hai para pemimpin Islam sudah butakah mata kalian sehingga tidak dapat menyaksikan kekejaman biadab Israel yang menumpahkan darah anak-anak tak berdosa, tulikah telinga kalian sehingga tidak mendengar gelak tawa orang orang kafir Israel yang menyaksikan pembantaian di Gaza atau sudah rusakkah otak dikepala kalian sehingga apa yang dilakukan orang-orang kafir Israel itu kalian anggap wajar, atau kalian malah asyik bersembunyi ditempat-tempat mewah yang kalian miliki atau tempat-tempat orang kafir yang kalian jadikan teman, dimanakah kalian disaat saudara-saudara mu butuh uluran tangan mu, bila demikian tunggulah azab Allah Swt datang kepada mu teruslah bergandengan mesra dengan orang-orang kafir sesungguhnya Allah tidak akan tertipu dengan tipu daya kalian. Do'ku semoga Allah menyegerakan azab-Nya kepada kalian pemimpin-peminpin dzholim aamiin....

Jumat, 09 Januari 2009

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). 
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .

Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya

(Di copy pastekan dari arrahmah)

Kamuflase Muhammadiyah...

Apa yang dibela Muhammadiyah untuk saudara muslimnya di Palestine khususnya di Gaza bisa jadi hanya kamuflase saja karena ternyata Muhammadiyah Jalin Kerjasama Dengan Israel yang kita tahu semua siapa Israel. Apakah petinggi-petinggi Muhammadiyah tidak melihat, mendengar dan merasakan kekejaman, kekejian dan kebiadaban yang di lakukan kaum kufar Israel terhadap saudaranya di Gaza atau memang melihat, mendengar dan merasakan hanya saja matahati dan bathinnya sudah tertutup rapat, entah apa yang dijanjikan oleh laknatulloh Israel dan entah syaithon apa yang merasuki orang-orang Muhamadiyah sampai sampai keluar gagasan untuk menjalin kerjasama dengan kaum kufar Israel. Tentu hal ini membuat buruk citra Muhammadiyah karena mungkin tidak semua orang Muhammadiyah setuju atau bahkan mengetahui hal ini. 

Kamis, 08 Januari 2009

PBB Mandul

Rasanya tak perlu pinter pinter amat untuk menganalisa PBB yang jelas saat ini sudah bisa dilihat bahwa PBB Mandul PBB  yang isinya monyet-monyet yahudi..